From This to This

Fun fact about me: nggak mau kerja di kantor yang mewajibkan pake seragam 🀭

Bukan karena “trauma” pas SMP baju sekolahnya paling buluk putih gading akibat lungsuran (soalnya nggak sanggup bayar uang seragam jadi dapat dispensasi diskon dengan konsekuensi nggak dapat baju) sementara temen-temen yang lain masih putih bersih wangi toko. Tapi, kayak monoton aja gitu. 


Gara-gara itu juga, waktu masih jadi lulusan segar dan dapat panggilan tes di sebuah bank swasta gak ditindaklanjuti. Selain lokasi tesnya jauh di Tangsel (jaman itu moda transportasi belum oke) juga karena… kerja di bank pake seragam. Males ah πŸ«₯ Iya waktu itu yang kepikiran pegawai bank adalah para frontliner berseragam. 


Berkantor dengan kebebasan mo pake baju apa aja berarti tantangan setiap harinya. Ada kesenangan tersendiri setiap malam mikirin besok pake baju apa hahahahaha… Otaknya dipaksa kreatif. Apalagi saya punya prinsip untuk nggak make baju yang sama dalam waktu berdekatan. Padahal stok bajunya nggak banyak. Jadi, bener-bener menantang kan bikin mix n match 😁


Kebiasaan itu kebawa terus bahkan untuk kopdar-kopdar atau bahasa kerennya meet up. Pertanyaannya ide atau inspo dari mana? 


Tentu saja kitab panduan saya untuk gaya adalah @pinterestindonesia 😎 di sini saya bikin beberapa board dan yang sudah sangat jelas adalah fashun! Sisanya ya ide-ide crafting, desain kemasan, dan… gerakan olahraga (yang banyakan nggak dipraktekin haha 🫣)


From this to this moment, ini salah satu recreate yang mungkin paling mirip ya. Saya suka sekali dengan celana bootcut, bell bottom, cutbray whatever you name it karena bikin kaki makin jenjang. Trust me ini jenis celana yang cocok buat segala bentuk badan! 




Aslinya begini



Gimana, mirip gak? Kalo mukanya sih jelas nggak hahahaha


FYI kemeja, kaos belang-belang, celana jins, sampe sepatunya ini preloved semua loh! Tentu saja saya si paling lungsuran + anak jajan Carousell 😝


Hari ke-28 rangkaian 30 hari bercerita

Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

0 comments: