Kalau Bumi Bisa Ngomong

Kalau bumi bisa ngomong, mungkin ia akan berkata “terima kasih suku Baduy telah menjagaku seperti ibumu”.

Perjalanan ke Baduy di seperempat tahun terakhir 2023 menampar saya, si manusia kota yang katanya modern dan si paling well-educated, tapi justru tidak layak mengaku khalifah di bumi. Pemberhentian pertama di rumah warga, rasanya kesal karena keringat dan debu terpaksa dibiarkan melekat di kulit menjelang tidur. Sesuatu yang “haram” dilakukan di rumah. Tapi, apa daya pemandian lokasinya seperti petualangan Ninja Hattori: mendaki gunung lewati lembah dan terlalu berbahaya dilakukan di malam hari.




Selama ini mereka memang mengandalkan sumber air alami yang mengalir. Ketika hujan tak turun berbulan-bulan, tidak ada protes atau paksaan menggali perut bumi supaya airnya keluar. Belief. Inilah yang membuat mereka menjaga kearifan. Sementara, di pinggiran Jakarta warga memilih menerobos sampai puluhan meter untuk mendapatkan air ketimbang “menabung”. (Saya diketawakan karena pakai istilah menabung air)


Ketika akhirnya kami menembus Baduy Dalam, persoalan mentransfer hasil ekskresi memberikan pengalaman baru. Tidak ada wastafel, keran, bahkan pemakaian sabun kimia pabrikan pun “haram”. Menarik karena di Taman Nasional pun kita masih bisa cibang-cibung pakai sabun tanpa mikirin penguraian limbahnya di sungai. 


Orang kota boleh mengejek warga Baduy nggak mandi pakai sabun, tapi saya menaruh hormat setinggi-tingginya melihat cara mereka hidup selaras alam menjaga bumi yang dititipkan dengan sebenar-benarnya. 


Jika nanti di hari akhir bumi boleh memilih siapa yang duluan masuk pintu surga, jangan-jangan warga Baduy dapat kuncinya duluan sementara saya dan kamu yang bersuka cita di atas penderitaan bumi demi keegoisan, antri di barisan paling belakang 😥


Terima kasih dua teman Baduy @baduytrip dan @arman_yis untuk cerita kearifannya selama di sana 🫶🏻


Hari ke-27 rangkaian 30 hari bercerita 



Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

0 comments: