Keributan soal tumbler emang nggak ada habisnya 🤭
Keluhan saya di Threads tentang larangan bawa tumbler di sebuah warung masakan rumahan Minang di Margonda, diambil tanpa ijin oleh akun cenblu dan diposting ulang di X dengan narasi berbeda. Rame? Jelas. Oleh detikfood, dikutip jadi berita dengan judul provokatif, di-captured dan di-posting pengguna Threads. Sampai sekarang diskusi masih bergulir.. dengan segala pro-kontra, tentu saja mendadak banyak ahli manajemen resto dan halal-haram 🤭
Biar aja perdebatan terus mengalir, saya sih cuma mau bilang bahwa nggak semua yang bawa tumbler itu ngirit karena harga AMDK nggak waras. Banyak juga yang concern pada sampah plastiknya sementara pengelola rumah makan kerap lepas tangan 😮💨
Salah satu yang mau bertanggung jawab soal pengelolaan sampah kemasan minuman adalah @sahasracoffee di Cikini. Kafe ini menyediakan drop box untuk menampung plastic cup wadah minuman yang kelak akan dikelola lagi jadi oleh mitra mereka @mortier.id
Meski bukan satu-satunya yang begini, inisiatif ini menurut saya layak diapresiasi. Tinggal kencengin edukasi ke pengunjung supaya ikut berpartisipasi.
Geser dikit, salah satu sudut juga terpajang hasil daur ulang limbah tekstil yang juga berperan sebagai peredam suara. Menarik ya 🤩
Oh ya kafe ini juga kerap jadi tempat workshop @climatefresk_indonesia loh. Walk the talk meski belum sepenuhnya sempurna. Dan yang pasti mereka nggak ngelarang bawa tumbler 🫶🏻
Semoga makin banyak lagi tempat jajan yang sadar pada pengelolaan sampahnya ya
0 comments:
Post a Comment