Berpakaian sesuai situasi..
Datang jam 6 pagi, terdeteksi masih sepi. Belum ada tanda-tanda kehidupan bahkan panggung pun masih ditata 😅 saat itu saya berdua dengan alumni juga semangat mau gerak-gerak akhirnya mengitari kampus sambil napak tilas masa mahasiswa.
Menjelang pukul tujuh barulah bermunculan panitia (?). Melihat saya dalam balutan kostum olahraga, dengan penuh keyakinan melayangkan tuduhan “mbak instrukturnya ya?”
ðŸ¤
Mau ngaku tapi rasanya nggak punya skil instruktur senam, lha wong jadi peserta aja masih sering kesulitan ngatur gerakan tangan dan kaki 🤣
Dengan sopan (dalam hati bangga hoi hahahaha) saya bilang bukan. Kemudian sambil cekikikan centyl menemui panitia lain yang juga teman sekampus. Berbaur dalam rundown acara sampai selesai, termasuk mengikuti gerakan instruktur senam beneran 😆
Kisah ini nyata terjadi beberapa tahun lalu.
Nah yang terbaru, beberapa minggu kemarin pulang dari CFD saya mendatangi teman yang lagi ikutan zumba di Margonda. Melihat saya, instruktur dari kejauhan menyapa saya. Gerak mulutnya seperti menyuarakan sebuah nama "Mbak X ya?" Saat itu saya memakai masker.
Usut punya usut, dia mengira saya adalah temannya (sesama instruktur?) karena postur dan mungkin baju olahraga yang saya kenakan hahahaa..
Apakah ini artinya saya musti alih profesi?
0 comments:
Post a Comment