30 Hari Bercerita: Hari Kesembilan

 Afternoon tea..

Beberapa tahun lalu, penasaran sama sebuah kafe premium dengan kekhususan teh, saya dan beberapa teman memutuskan mencoba menu ngeteh sorenya. Sesekali pengen juga gitu kayak Englishman in New York: menyesap seduhan daun sambil bercengkrama. 



Sebagai pelengkap, serangkaian camilan berukuran mungil terhidang di meja. Indah dan tampak di awang-awang rasanya. Sayangnya, aneka jajanan ini nggak cukup buat mengganjal perut. Entah karena memang peruntukannya bukan buat bikin kenyang atau tenaga kami yang sudah susut karena AKAP (Depok dan Jakarta beda propinsi kan.. kan 😮‍💨) selesai menjadi priyayi dalam sekian nam lambung kami berdemonstrasi minta diisi.



Pulangnya, saya dan teman kemudian tak tahan untuk membiarkan kelaparan menyiksa sehingga dalam hitungan menit posisi kami tiba-tiba sudah di resto all you can eat 🤭

Ngeteh cantik sepertinya bukan opsi yang pas buat kami. Sisi mendang-mending pun keluar: dengan harga yang kurang lebih sama tapi kenyangnya beda 🤣

Dasar perut lokal
Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

0 comments: