Tantangan satu paragraf.
Bukan hal gampang menyampaikan cerita hanya dalam satu alinea. Sama seperti bicara, kita cenderung berpanjang-panjang supaya terdengar lebih pintar. Padahal, kecerdasan dan menguasai pengetahuan dilihat dari penyampaian yang sederhana sehingga mudah dipahami. Saya juga masih belajar menghindari fafifu wasweswos ndakik-ndakik. Ada pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”, semoga kita bukan golongan yang demikian.
0 comments:
Post a Comment