Kita versus Corona

Gimana social distancing-nya guize?

Dengan status yang makin mengkhawatirkan, wabah Covid-19 membuat BNPB menetapkan untuk memperpanjang masa darurat bencana hingga 29 Mei 2019. Whaaat? Lama banget ya? 🤔

Banyak di rumah, artinya konsumsi media sosial akan semakin tinggi. Gak bisa dihindari kalau paparan berita yang diterima makin deras macam arus dari Bendungan Katulampa di musim hujan. Sadly, gak semuanya berita bagus sehingga makin bikin parno. Buat kita-kita yang masih muda dan punya privilege untuk melakoni social distancing dengan benar (antara lain bisa work from home) bersyukur banget ya. Tapi kan gak semua orang punya akses ini. Tenaga medis dan pekerja layanan publik misalnya, justru ada di garda depan penanganan wabah Covid-19

Selain mereka yang mobilitasnya tinggi, orang-orang dengan kondisi kesehatan khusus juga rentan banget untuk terjangkit. Termasuk di antaranya adalah lansia dengan pagu umur 70 tahun. Daya tahan tubuh mereka memang udah lemah banget, sehingga gak sedikit kasus Covid-19 di usia lanjut ini berakhir pada kematian.  😔

Padahal kunci buat menekan angka kematian Covid-19 ini ada di imunitas. Ibarat negara, ketika diserang musuh kan harus dikuatin dulu tentaranya ya supaya pertahanan gak jebol. Jadi ya, pikir-pikir lagi deh karena bisa jadi kamunya jadi carrier Corona virus tanpa sadar menularkan ke orang rumah, termasuk orang tua kita. Duh jangan sampe yaaa...

Lalu apa yang harus kita lakukan Alfonso?

Menerapkan social distancing dengan benar, jaga kebersihan dengan cuci tangan pakai sabun (any kind, bukan terbatas merk tertentu ya) dan air mengalir, ganti baju setiap kali habis bepergian juga sangat membantu. Kalau terpaksa ke luar rumah dan make jasa ojol, gak ada salahnya membekali diri dengan helm pribadi. Because we never know siapa aja yang udah pake helm dan kondisi kesehatannya kaaan... Daan, yang terpenting nih konsumsi makanan sehat yang selalu untuk memperkuat imunitas. Sounds cliche but hey mencegah selalu lebih baik daripada ngobatin kan? 

Saya sendiri sejak mulai ditemukan kasus Covid-19 di tanah air, mendisiplinkan diri untuk mengonsumsi suplemen vitamin. Tadinya nih masih suka ke-skip aja gitu hahaha... 

Di tengah panic buying dan rush soal empon-empon yang diyakini bisa membantu menghadang serangan Coronavirus, rasanya saya harus bersyukur stok Tolak Angin masih aman. Ya maklum, andalan anak ahensi ini emang udah proven buat menghalau serangan flu karena kemampuan memperkuat daya tahan tubuhnya. Secara klinis juga aman dan lolos empat tahap quality control yang mencakup aflatoksin (sejenis racun yang dihasilkan oleh mikroba dari kelompok jamur), logam berat, cemaran mikroba (kontaminasi), serta tes DNA. Hah kok ada tes DNA? Yup, ini gunanya untuk melacak silsilah anak-ortu keberadaan bahan haram dalam produk.  Biar gimana kehalalan produk itu penting kan?

Yang biasa ngonsumsi Tolak Angin sachet, dua bungkus sehari cukup kok. Biasanya suka diminum langsung apa campur teh anget ni?  (Tidak, ini tidak akan menjadi perdebatan baru macam team bubur diaduk atau nggak ya). 




Tolak Angin kesayangan kita ini, ada karena Pak Irwan Hidayat sebagai direktur Sido Muncul punya concern pada kesehatan dan kearifan lokal. Sebagai manifestasi dari rasa peduli (gak cuma pada kita-kita yang muda dan aktif ini tapi juga lansia sebagai golongan paling rentan terhadap serangan Coronavirus), maka di 21 Maret kemarin Sido Muncul memberikan bantuan untuk lansia di Panti Wreda Budi Mulia 4 Cengkareng. Pak Irwan Hidayat ini memanglah ya kepikiran aja deh ...


Eits, bantuan yang diberikan ini bukan cuma Tolak Angin dan obat herbal lain (udah pasti banyak banget kalo Sido Muncul mah)  kok tapi juga peralatan sanitasi dan pakaian termasuk mesin cuci. Ini menjadi semacam awal dari sumbangsih Sido Muncul untuk Indonesia di tengah wabah. Dalam waktu dekat, bantuan berupa APD atau Alat Pelindung Diri, masker, dan hand sanitizer. Benda wajib buat tenaga medis yang belakangan jadi langka (plus mahal banget!). 👏🏼

#SidoMunculbergerak

Social distancing lewat kebijakan work from home pastinya udah dijalankan buat karyawan Sido Muncul di Jakarta dong ya. Tapi, kata pak Irwan lagi nih... 
"Berjarak, bukan berarti tak bergerak." How sweeet.... 

Mudah-mudahan nih ya, makin banyak lagi yang tergerak untuk bergerak bareng supaya kita bisa ngelewatin fase ini lebih cepat. So guys it's a must buat selalu jaga kesehatan dan daya tahan tubuh saat social distancing. Stok habis? Hey no worry dear, karena kamu bisa beli di sambil rebahan di e-commerce resmi Sido Muncul kok. Ceki ceki semua produknya lengkap kap di www.sidomunculstore.com yes. Make #DiRumahAja lebih powerful 💪🏼. 

Let's flatten the curve, we can!!! 

Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

1 comments:

Zam said...

aku selalu sedia Tolakangin bahkan sejak pindah ke Berlin, tetep mengandalkan Tolakangin!