Don't judge a movie by its tittle.
Membaca judulnya, jujur awalnya saya sempat nggak tertarik karena "ahelah film menye-menye lagi" tapi syukurlah curiosity kills the cat alias kekepoan untuk cari tau berhasil memusnahkan ke-sotoy-an saya. Ditambah lagi ada dua nama yang cukup jadi magnet (selain main cast pasangan panutan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy): Gunawan dan Rizky Hanggono.
![]() |
| Perjuangan banget motret mereka... |
Kamu yang udah bisa dan paham nonton siaran televisi di era 90an kemungkinan besar tau nama Gunawan, model ganteng yang sering wara-wiri di sinetron. Sementara Rizky Hanggono di mata saya adalah Olip yang pemalu tapi bikin gemas dalam film Jomblo di era 2000an.
Hasil Googling memberikan ringkasan bahwa Ayah, Aku Mau Cerita (kita singkat saja jadi AAMC ya) adalah adaptasi dari film India berjudul Dhrisyam. Berkisah tentang seorang ayah yang jadi tersangka kasus pembunuhan pelaku pelecehan putrinya. Yang bikin berat, si pelaku pelecehan adalah anak polisi berpangkat tinggi. Terdengar familier ya?
Kehidupan Andi Budiman (Vino G. Bastian) dan istri (Niken Anjani) yang bak keluarga Cemara, terusik dan berubah total ketika putri mereka, Aisha (Ziva Magnolya) menjadi korban pelecehan Indra. Masalah menjadi rumit karena dalam perlawanan merenggut nyawa Indra yang ternyata putra Kapolres.
Namanya juga anak tunggal, tentu saja orang tua Indra (diperankan Marsha Timothy dan Gunawan) berupaya mengusut misteri hilangnya Indra. Tuduhan mengarah ke keluarga Andi Budiman. Tentu saja, meski menyandang status wong cilik, Andi Budiman yang pengusaha layar tancap dan penggila film ini pantang menyerah. Andi Budiman menjalankan peran ayah dengan sangat baik dan sempurna: orang pertama yang pasang badan untuk membela keluarganya. Meski hanya mengenyam pendidikan formal sampai kelas empat SD, Andi Budiman cukup cerdas menyusun strategi demi melindungi keluarga kecilnya.
Menonton adaptasi tanpa menonton film aslinya, cukup membuat saya ketar ketir sepanjang film. Bukan apa-apa, jomplangnya status sosial antara keluarga Andi Budiman dengan Kapolres ini kan terlalu real ya alias yang lemah (biasanya) kalah.
Dengan durasi nyaris tiga jam, film dibuka dengan adegan Andi Budiman di kantor polisi untuk kemudian flash back ke pengenalan karakter, Cukup membosankan buat saya hehehe.. untunglah memasuki fase penyelidikan mulai seru dan menggedor jantung. Adegan yang awalnya saya rasa nggak perlu, ternyata punya peran penting sebagai bagian dari puzzle yang disusun oleh Andi Budiman. Mendekati ending, rasanya kayak naik roller coaster: dipermainkan karena seperti sudah selesai tapi kok... (tonton sendiri yaa biar nggak spoiler) 😜
Menurut saya, sutradara Danial Rifki berhasil melokalkan latar yang Indonesia. Dari India, jadi desa kecil bernama Banaran di Jawa Tengah. Humor sarkas dan pemaparan fakta yang terlalu nyata juga relevan banget sehingga kita akan dibuat "iya lagi!" setiap adegan menyentil itu muncul.
Soal cast? Akting Vino sih udah nggak perlu diragukan ya, demikian juga Marsha Timothy. Ziva Magnolya (ini bukan film pertamanya kan?) juga bermain bagus di sini. Medoknya nggak mengkhawatirkan seperti kebanyakan film nasional yang pemainnya mendadak Jawa 😁
Cast paling berhasil di sini mungkin Rizky Hanggono, yang membawakan peran polisi gendut korup dengan baik sekali. Selain posturnya yang menunjang, celetukan kiri kanan setiap Rizky Hanggono muncul: kayak India banget sih. Biar nuansa 90an-nya kerasa, selain Gunawan, AAMC juga dihadiri Unang Bagito. Kenal nama ini kan? 👉👈
Kekurangan tentu ada, karena tak ada Gading di film ini yang tak retak. Selain Gunawan yang perannya masih stuck sebagai bapak pengusaha kayak di sinetron 90an, sempat bingung juga AAMC ini kejadiannya tahun berapa sih karena color grading dan properti pendukung membuat seperti jadul: akses berita di TV bukan medsos, orang masih membaca surat kabar, Aisha nggak pake ponsel, serta bis antarkota dengan tiket tanpa AC.
AAMC, layak ditonton oleh para ayah dan calon ayah agar populasi kaum fatherless bisa ditekan. Tapi, mengingat adegan kekerasan di beberapa bagian tolonglah jangan bawa anak di bawah umur nonton ya.
Mulai tayang 20 Agustus, bisalah jadi pilihan libur panjang harpitnas nanti.




0 comments:
Post a Comment