Pengalaman Belanja Di Kecipir

Sejak warung makan langganan saya memutuskan untuk cuti selama Ramadan, perkara asupan gizi dari sayuran jadi PR besar. Bisa aja sih jajan pake layanan antar aplikasi ojol, tapi kebayang kan betapa saldo bakal cepet jebol. Dan yang paling jadi rasa bersalah saya tentu aja limbah yang dihasilkan. Gak semua vendor punya standar pengemasan yang eco-friendly. Beberapa warung makan sederhana penyedia sayuran yang rasanya enak dan sesuai lidah rumahan masih menganggap styrofoam ideal untuk pengemasan. Sedangkan, dengan belanja di warung makan kesayangan saya bisa mendapatkan harga murah dan menerapkan prinsip bawa wadah sendiri. 




Ketika orang-orang mulai keranjingan belanja sayur-mayur mentah lewat jastip atau vendor lain pun, saya masih kesandung dengan packaging per item yang boros banget sama plastik + styrofoam. Duh neng, picky amat sih jadi orang. Yaa biar belum seratus persen jadi pelaku zero waste tapi emang lagi ngurangin banget produksi sampah anorganik. Lagian katanya manusia itu khalifah, masa sih gak bisa menjaga dengan baik amanah... 😇

Hingga kemudian teman-teman di grup pegiat minim sampah kemudian merekomendasikan belanja sayuran di Kecipir: sebuah platform berbasis web dan aplikasi dengan value sejalan visi reuse dan reduce. Saya pun dengan penuh semangat mendaftarkan diri sebagai anggota disusul kemudian instal aplikasinya dengan harapan memudahkan repeat order. Dooooo pede amat mbak bakal belanja lagi... 

Ini alasan kenapa (awalnya) saya tertarik menjadi pengguna Kecipir. Sedikit koreksi, di bagian judul mungkin harusnya direvisi jadi Kecipir Tanpa Limbah Plastik ya 



Menarik banget kan? 

Oh ya sistim blanja di Kecipir ini hanya memanen sesuai pesanan, jadi gak nyetok di gudang. Kebayanglah fresh-nya. Untuk pembayaran sendiri ada dua metode yaitu konvensional via transfer bank atau Greencash semacam deposit dana yang akan berkurang nilainya setiap terjadi pembelanjaan. Buat saya, Greencash ini tentu lebih menyenangkan ketimbang bolak-balik transfer dan kirim screen capture buktinya. Greencash bisa diisi dengan cara top up lewat transfer ke akun virtual


Ini saldo sisa setelah belanja 

Saya juga baru tau kalau Kecipir menerapkan referral untuk mendapatkan potongan harga 25ribu, lumayan banget buat jajan sayur ini mah. Sayangnya, banner info referral itu ketika diklik gak ada penjelasan apa-apa malah diarahkan ke belanjaan lagi 🙄 Fitur ini ternyata baru bekerja kalau kita akses lewat aplikasi. Lha kenapa gak kompak ya hahahaha 😅


FYI, karena ada proses panen jadi setiap pemesanan baru akan dikirimkan lusa. Mendekati hari raya, malah lebih panjang karena petani maupun tim juga butuh libur Lebaran yekan. 
Oh ya, berbeda dengan marketplace lain yang kalo kita memasukkan barang dalam keranjang belanja masih bisa ditahan sampe kemudian memutuskan buat check out dan bayar, di Kecipir pergantian hari otomatis akan me-reset isi keranjang belanja. Kode referral pun cuma bisa dipakai sekali, meski kamu batal belanja akibat lupa check out 😔

Permasalahan mulai muncul ketika saya mau menggunakan saldo Greencash buat belanja. Gak ada info minimum transaksi untuk penggunaan uang saya ini (loh aneh ya?), tapi begitu daftar belanjaan siap diproses bayar lah lah ternyata.... harus memenuhi kuota 75ribu di luar ongkir. Wadiwaw! Mungkin tim admin web lupa memasukkan syarat ini ya? Jadilah saya harus belanja SEBANYAK-BANYAKNYA demi memenuhi kuota 😶  

Ya sudahlah ya, kekurangannya terpaksa saya konversi dalam bentuk tanaman dalam pot agar supaya sah jadi kaum urban karantina. Pesanan selesai, saya menanti dengan senang hati ngebayangin pesanan datang sambil mikir seberapa berat keranjangnya hahaha. Sudah kebayang juga bahwa metode pakai ulang ini akan jadi trigger bagus untuk ditiru penyedia sayur sejenis. Apalagi, varian produk yang disediakan juga beragam. Gak cuma yang standar macam bayam-kangkung tapi juga yang cukup "ajaib" macam daun ubi jalar atau jantung pisang. Kecipir juga menyediakan dua jenis produk yaitu organik bersertifikat yang harganya lebih mahal, serta perlakuan organik buat yang masih mau konsumsi tapi budget terbatas.

Hari yang dinanti pun tiba...

Sesuai janji bahwa belanjaan akan dikirim pagi-pagi (nggak tau jam berapa), sayangnya saya ketiduran sampe gak nyadar kalau kurir udah mengantar di jam tujuh dan menyisakan jejak missed call di HP 😞 Belanjaan dititip di sekuriti, kurir mengirimkan foto buat barang bukti yang membuat saya patah hati 💔



Tau kan kenapa? 

Patah hati kedua adalah ketika mendapati items dalam PLASTIK nggak sesuai dengan pesanan. Di mana tanaman pot sayaaaaa.... 😭



Setelah meyakinkan diri bahwa ada yang hilang dalam pesanan, saya mengontak CS lewat fitur chat di aplikasi yang cukup merepotkan karena 

  • Keharusan mengisi nama dan alamat e-mail setiap mau berkirim pesan, tombol "mulai chat" pun gak responsif sehingga saya mengira fitur ini gak berfungsi 😅
  • Slow response
  • Gak ada notifikasi bahwa pesan saya sudah direspon oleh admin


Karena admin chat ini slow response, maka saya coba cari tau kontak lain dan kemudian nemu di bio akun instagramnya. Nemu nih whatsapp-nya, lalu saya kontak dan.... OMG apakah SOP dari tim CS ini slow response ya 😅 Yang agak mendingan di DM Instagram, tapi terus terang saya bukan tipe yang senang chat di DM dan lagi buat apa dia nyantumin kontak WA kalau tak ada gunanya. Langkah kontak ini juga saya tempuh karena CS di aplikasi yang kurang reponsif. Ternyata sama saja... *nada Karma by Cokelat*. 

Thanks for ruining my first experience loh tim Kecipir 

Kamu kok protes melulu kerjanya sih ...

Jadi gini, beberapa poin yang saya sayangkan adalah


  • Nggak ada transparansi soal minimum belanja pakai Greencash di awal sehingga saya merasa dibohongi 😑 . Kalo tau ada batas transaksi mah ngapain saya bela-belain top up lumayan banyak? 
  • Kalau Greencash masih ngerepotin, mending tahan dulu fitur ini. Pakai transfer biasa sambil pelan-pelan approach ke platform digital money macam GoPay, OVO, DANA yang sudah lebih familiar dan terintegrasi. 
  • Admin WA mengabari bahwa minimum transaksi pakai Greencash berubah jadi 50ribu, entah sejak kapan jangan-jangan setelah di-complain 🤔
  • Keranjang yang didambakan, meleleh jadi plastik bening yang mungkin akan berakhir sama seperti plastik-plastik lain: jadi wadah sampah lalu melarung ke laut menyamar jadi ubur-ubur sebelum tertelan oleh biota. Kalau memang kendalanya adalah gak ada repeat order yang berarti keranjang gak balik (kebiasaan nih ya orang kita ogah rugi jangan-jangan malah dipake buat naro cucian baju) seharusnya di-notice dari awal bahwa sementara ini nggak pakai keranjang belanja atau kasih pilihan: belanja pake keranjang dengan konsekuensi deposit 20ribu misalnya atau tanpa tambahan biaya tapi dapat kresek. Atau lagi, seminim-minimnya adalah dengan menginfokan lewat WA/e-mail yang terdaftar bahwa ada perubahan kebijakan pengiriman. 
  • Kurang optimal dalam memanfaatkan kanal layanan pelanggan. Dari percakapan lewat tiga saluran: chat di aplikasi (ini nggak tersedia di website), whatsapp, dan DM Instagram nggak sinkron. Butuh "bombardir" di satu kanal sebelum akhirnya kanal lain yang harusnya lebih fast response menanggapi. Kalau emang gak ada gunanya ya take out ajalah kanal-kanal itu dari link bio 👀
  • Konfirmasi ulang kalau ada items yang gak tersedia karena kendala kualitas. Ini juga berlaku untuk penjadwalan pengiriman. Memang sih disampaikan bahwa belanjaan akan dikirim pagi, tapi jam berapa? Kalau ada info kisaran waktunya mungkin saya bisa stand by nahan ngantuk deh. Gak kebayang kalo kiriman ke alamat rumah yang nggak ada satpam dan penghuni lagi ketiduran kayak saya ehe ehe 😁


Ini bukan pertama kalinya saya belanja di toko daring  zero waste lifestyle. Tanpa dibayar pun dengan senang hati saya pamerkan sebagai bentuk dukungan, meski banyak yang mempertanyakan kenapa barang-barang eco-friendly ini sering kali harganya lebih mahal. Oh ya, kemarin akhirnya dari tim finance Kecipir menghubungi saya setelah saya bilang minta dibalikin aja saldo yang tersisa. Ya gimana, segambreng syarat-syarat yang menjebak karena nggak diinfoin dari awal itu kan ngerugiin ya... 

Tinggal nunggu pencairan saldonya dan, sepertinya cukup sekali belanja di sini. 



Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

2 comments:

Zam said...

salah satu kekurangan sistem online atau market place partikelir gini ini ya biasanya di service-nya. konsumen sudah punya standar minimal dari market place lain, makanya begitu disuguhi berbagai fitur, asumsinya seluruhnya sudah berfungsi.. memang repot sih, mending di awal dibilang deh kalo belum lengkap dan masih progres. toh, konsumen akan maklum..

nagacentil said...

Yaaa sebetulnya kalau fungsinya belum optimal dimaklumi tapi mbok yaaa CS-nya ditatar dengan bener gitu